BLOG SHariNG

Dear Rasa,

Kali ini aku mau share link mengenai makalah yang aku buat untuk menghadapi ujian akhir PPS, semoga saja bermanfaat. Bisa di klik di sini ya :
Check on it :)

Baca Selengkapnya......

SaNG PeLaRi

Aku adalah seorang pelari yang kuat 
Semampu mungkin aku akan terus belari 
Berlari dan tetap berlari sekuat tenaga yang aku miliki 
Tidak akan pernah berhenti untuk berlari 
Dalam sepi aku terus berlari 
Dalam ketidaksempurnaan aku akan selalu berlari 
Berikan aku kekuatan untuk bertahan agar dapat berlari 
Berlari hingga menyerang lemahku untuk melupakanmu

Baca Selengkapnya......

cerita terbaru

Dear Rasa, 

(Ragunan malam ini diguyur hujan yang tidak begitu deras namun kilatan dan gemuruh petir menghentak memecah kesunyian malam biasanya. Aku duduk bersandar di kursi kamar ditemani lampu meja yang redup dan segelas Milo yang mulai dingin *sedingin malam yang membuat hatiku jadi beku*)

Malam ini entah apa yang berkecamuk dalam hatiku, semua terasa penuh dan seakan tidak bisa kusampaikan seluruhnya tetapi akan aku mencoba menuliskan semua yang aku rasakan. 

Pertama yang akan kuceritakan adalah rasa syukurku yang mendapatkan pertolongan alloh hingga akhirnya aku dapat lulus dalam pendidikan pps. Amien, Allohu akbar, ini merupakan berkat yang luar biasa yang diberikan Alloh untuk aku. Aku percaya tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh apabila Dia telah berkehendak dalam hidup seorang manusia. Saat ini aku sedang menantikan masa wisuda kelulusan bersama rekan seangkatan nantinya yang direncanakan tanggal 12 Nopember 2012. Entah akan seperti apa nanti aku akan menjalani kehidupanku sebagai seorang staff di bank pemerintah ini. Akan tetapi sekali lagi aku mengucap syukur atas nikmat ini. 

Hal kedua yang ingin kubagikan adalah mengenai rasa yang ada dalam hatiku, rasanya seperti lirik lagu yang dinyanyikan Astrid - Saranghamnida
"…Mengapa engkau tega mencuri hatiku, tanpa seizin aku lebih dulu, memaksaku membuatku lemah tak berdaya…"
Salahnya diriku yang tidak pernah jera bermain api dengan perasaanku sendiri yang nyatanya aku sangat tahu bahwa aku selalu kalah dengan perasaanku. Seringkali aku mencoba untuk menepis semua rasa yang muncul dihadapanku, tetapi aku terlalu lemah atas rasa yang aku terima hingga aku tidak pernah bisa memenangkan hatiku sendiri.
"…Terlalu cepat ku menyayangimu, tak cukup bercerita. Namun terlanjur ku mencintaimu meski ku tak mengenalmu. Hingga akhirnya ku terjebak dalam kesalahanku 'tuk mencintaimu. Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku dan melupakanmu…" (KEYLA - Terlalu Cepat Mencintaimu)
Aku yang memulainya dan pada akhirnya aku sendiri yang harus menamatkannya. Mungkin ini juga yang dinamakan bahwa manusia boleh berharap dari kejadian yang berlangsung disekitarnya namun untuk hasil akhirnya akan menjadi seperti apa hanya Alloh yang Maha Mengetahui dan Dia akan berikan yang terbaik bagi umat-Nya. Di saat-saat ini, aku hanyalah orang yang terlupakan dalam hidupnya, orang yang tidak mendapatkan perhatian dari perasaan yang aku miliki. Aku tidak pantas untuk disakiti, aku pantas untuk dicintai. Bodohnya aku yang tidak sanggup meninggalkan sesuatu yang tidak pasti, membiarkan hatiku untuk terlunta-lunta merasakan pedih ini. Seperti yang pernah aku tulis, yang bisa aku lakukan saat ini adalah melanjutkan hidup yang aku punya tanpa harus aku mengingat balik perasaan yang menyakitkan itu.

Hal ketiga yang hendak aku uraikan adalah habisnya masa kerja papa dikarenakan usianya yang telah memasuki batas pensiun. Bagiku ini merupakan sesuatu yang akan membawa perubahan yang besar dalam suasana keluarga kami. Papa yang biasanya aku lihat sibuk dengan kegiatan kerjanya sehari-hari, saat ini mulai memiliki waktu yang sangat longgar untuk berada di rumah. Papa yang kuketahui selalu memiliki sejumlah rancangan pembelajaran untuk mahasiswa didikannya di kelas, saat ini telah menjalani kehidupan yang berangsur terbatas dengan dunia kampus di tempat Papa berkerja. Papa yang selalu berkutat dengan lembaran kertas ujian mahasiswanya, kini seakan tidak pernah lagi aku lihat kesibukkan memenuhi meja kerjanya. Kondisi semacam ini tampaknya harus mulai terbiasa dan akan menjadi keseharian yang akan kulihat sama, ya, Papa akan segera pensiun. Papa akan segera memulai 'babak baru' dalam hidupnya. Kami sekeluarga selalu men-support Papa dengan menyemangatinya setiap waktu, bahwa pensiun bukan akhir dari semua ke-produktivitas-an Papa nantinya. Masih banyak hal yang dapat Papa lakukan dari kegiatan yang mungkin tidak sempat Papa lakukan saat masih aktif berkerja dulu. Papa akan banyak menghabiskan waktunya di rumah dan memulai kegiatan baru, seperti berkebun yang mulai diminatinya. Sebenarnya ada banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh Papa dalam mengisi waktu senggangnya namun mengingat riwayat kesehatannya dan usia Papa yang tidak tergolong 'muda' lagi, tentunya kami sekeluarga memiliki kecemasan pada aktivitas yang akan ditekuni Papa nantinya. Tuhan, aku mintakan di setiap doa-doa yang aku panjatkan agar Papa Mama dalam keadaan yang Engkau lindungi dengan rahmat yang tiada pernah berhenti mengalir. Amien…. 

Hal ke empat yang akan aku sampaikan hari ini mengenai kegiatanku sehari-hari yang penuh dengan kebosanan. Mengapa demikian ? Karena aku tidak melakukan apa-apa. Tapi justru kondisi ini sangat kusukai dan membuatku banyak berfikir. Aku menikmati masa-masa pengangguran ini, dimana aku terbangun di saat pagi menjelang siang, makan dengan perasaan ringan dan melangkah tanpa ada beban yang merantai kakiku. Senangnya aku. Pagi tadi aku bersama Adi (teman sekamar di 413) dengan mengendarai motor berkunjung ke Kanca Ciputat (dimana beberapa bulan yang lalu Adi melakukan OJT di tempat ini) untuk membuka rekening DPLK. Sorenya aku melakukan pengambilan gambar untuk video kelulusan yang akan diputar saat wisuda nanti, melelahkan tapi menyenangkan karena bisa berkumpul dengan teman-teman. Selepas magrib, beberapa teman mengajak untuk makan bersama di angkringan (warung nasi bungkus dengan ukuran kecil dengan disuguhi berbagai pilihan lauk) yang berada di sekitar Ragunan. Suasana di luar sepertinya akan segera hujan deras, tetapi kami masih duduk bersenda gurau, dan benar saja ketika kami selesai membayar makanan, hujan turun seketika dengan derasnya disertai kilat putih di langit malam. Akhirnya beramai-ramai kami 'terpaksa' bermain hujan-hujanan sambil berlarian berarak pulang menuju pusdiklat. Sekujur badan basah kuyup dan dingin mulai terasa di kulit karena baju yang kami kenakan telah basah menyeluruh. Momen yang tidak akan terlupakan. 

Semangat!!! berkali-kali aku coba untuk kobarkan dalam jiwaku. Aku percaya akan ada hal yang baik yang akan menanti aku kedepannya. Semangatku tidak akan pernah patah lagi, tidak akan ada yang dapat memadamkannya. Terus berjuang untuk diri sendiri yang lebih baik lagi.

Baca Selengkapnya......

my LoveLy Krisdayanti




Baca Selengkapnya......
twitter @harrywisnutama
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...